Selain Irigasi Cimarinjung, Akses Jalan di Desa Mandrajaya pun Perlu Perhatian Khusus

FB IMG 1715639257047

ONENEWSOKE.com

CIEMAS-SUKABUMI, – Peristiwa longsor yang terjadi pada bulan November 2022 di daerah irigasi Cimarinjung menjadi perhatian khusus dinas PU Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi bersama UPTD PU Wilayah Kecamatan Ciemas turun langsung ke lokasi longsor daerah irigasi Cimarinjung, yang memang berada di objek wisata Curug Cimarinjung Kampung Ciporeang, Desa Ciemas Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada, Minggu (12/05/2024).

Menurut Ujang Sukardi, pengelola irigasi UPTD PU Wilayah Ciemas, longsor terjadi pada November 2022 di Curug Cimarinjung. Longsor berupa batu besar berasal dari tebing sebelah kanan Curug Cimarinjung dengan ketinggian 30 meter, kemudian menghantam pintu air irigasi dan mengakibatkan tangga hancur.

“Kemarin kami mendampingi pak Kadis untuk meninjau DI (daerah irigasi) Cimarinjung, dampak longsoran. Kalau pasokan air normal, hanya ada kerusakan pada coran tangga dan pintu irigasi. InsyaAllah akan segera diperbaiki. Pak Kadis meresponsnya,” kata Ujang, Senin (13/5/2024).

Sebelumnya beberapa pihak mengungkapkan bencana longsor ini harus menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan pengunjung dan infrastruktur karena di lokasi itu ada aliran irigasi. Apalagi Curug Cimarinjung berada di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).

Termasuk pula, infrastruktur jalan Kabupaten Sukabumi yang berada di Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas, yang juga merupakan salah satu zona inti dari Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Tepatnya di akses jalan Nyalindung-Cikadal yang merupakan akses utama warga hulu lalang, para wisatawan pun dengan mengunakan akses jalan tersebut.

Dan mirisnya, dari informasi yang dihimpun Awak Media onenewsoke.com, akses jalan tersebut sudah puluhan tahun belum tersentuh pembangunannya.

Editor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *