Berita  

Ko Bisa? Uang Bantuan PIP di SMK Mutiara Hikmah Ciemas, Digunakan Untuk DSP Renovasi Sekolah

IMG 20230909 203754

ONENEWSOKE.com

SUKABUMI, – Diduga adanya bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang jadi salah kaprah peruntukannya, termasuk dugaan adanya pemotongan bantuan tersebut terhadap para siswanya. Hal ini terjadi di SMK Mutiara Hikmah yang berada di wilayah Desa Tamanjaya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Sejumlah Awak Media pun mendatangi sekolah tersebut untuk mengkonfirmasi perihal informasi tersebut, beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Kamis 7 September 2023.

Namun dari informasi sebelumnya yang diterima Awak Media dari beberapa siswa dan wali murid, uang sebesar 1 juta rupiah tidak sampai ke tangan siswa karena sekolah mengklaim untuk pembayaran Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), yang diduga tanpa memberikan kwitansi dan peruntukan yang jelas.

“Waktu itu, kita bersama teman teman lainya yang mendapat bantuan ngambil uang di ATM di Surade bersama pihak Sekolah yang berinisial “S”, setelah uang diterima kita disuruh dipoto tapi setelah itu uangnya diambil lagi sama pihak Sekolah. Hanya dikasih uang masing-masing Rp. 100.000,_. Itu bantuan yang sebelumnya, kalau yang kemarin terkahir bahkan tidak dikasih uang sama sekali,”ungkap salah seorang siswa tidak disebutkan namanya, saat disambangi kerumahnya pada Kamis (7/9/2023), sekitar pukul 14:26 Wib.

Bukan hanya siswa tersebut yang mengatakan hal itu, termasuk perihal itu dibenarkan salah satu siswa lainnya dan wali murid saat itu berada ditempat yang sama

Siswa tersebut juga mengaku, selama tiga tahun menerima bantuan PIP, mereka hanya diarahkan untuk dokumentasi, dan uang segera diberikan kepada pihak Sekolah. Terlebih, proses pengambilan uang Terindikasi tidak secara transparan dan diduga orang tua siswa tidak diberitahu sebelumnya tentang hal ini.

Ada informasi lagi, katanya kartu PIP yang seharusnya dimiliki atau dipegang oleh siswanya, ini dipegang oleh pihak  Sekolah sehingga siswa tidak dapat mengaksesnya secara langsung.

Dan yang bikin kaget lagi dari kesaksian siswa tersebut, saat pengambilan uang di Bank, ada nama siswa yang dipanggil padahal siswa tersebut kata dia sudah keluar, dan dirinya kenal siswa yang dipanggilnya itu kebetulan kakak kelasnya, namun orangnya beda ( diganti orang lain),  saat pengambilan uang bantuan itu.

Sementara itu, Agus Nasrullah ketua yayasan mewakili SMK Mutiara Hikmah, mengaku bahwa bantuan PIP digunakan untuk membayar DSP sebesar Rp 600 ribu per semester untuk semua siswa. Namun, tidak semua siswa mendapatkan bantuan ini, hanya sejumlah kecil yang menerima.

“Itu bendahara yang ngatur semuanya, tapi disini itu tidak ada bayaran terkecuali bantuan untuk bangunan. Itu juga syukur syukur kalau dari pemerintah ada, kalau tidak ada berarti  memperdayakan yang ada,” terang Agus Nasrullah

“Penerima PIP itu 20 apa 10 sedikit disni itu, karena tidak semua diajukan. Siswa seluruhnya itu 118 untuk SMK saja, Klo PIP itu anaknya langsung yang ngambil,” Agus menambahkan.

Masih kata Agus Nasrullah, DSP digunakan untuk renovasi gedung Sekolah karena kurangnya bantuan dari pemerintah. Namun, ia juga menilai proses ini sudah transparan.

“DSP itu untuk rehab, untuk renov, disini kan tidak ada bantuan dari pemerintah, susah untuk mendapatkan bantuan otomatis untuk merenov dan sebagainya itu dari DSP. Itu diberlakukan untuk seluruh siswa, 600 per semester,” imbuhnya.

Agus juga menjelaskan, perihal biaya DSP tersebut, atas dasar kesepakatan bersama sebelumnya telah dilakukan rapat bersama Komite, dan wali murid juga pihak sekolah.

Diketahui, data PIP kemendikbud.go.id mencatat, bahwa ada 42 siswa di SMK Mutiara Hikmah tersebut yang menerima bantuan PIP dengan total Rp 41.500.000, sementara jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 119 orang menurut data dapo.kemendikbud.go.id.

Editor: (*ONE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *