Dua Tenaga Honorer Disdik Kota Sukabumi Akan Ditahan di Lapas Nyomplong, INI KASUSNYA !

IMG 20230904 WA0163

ONENEWSOKE.com

SUKABUMI KOTA, – Sebanyak 2 orang tenaga honorer Dinas Pendidikan di Kota Sukabumi, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, atas kasus korupsi penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) TA ajaran 2019/2020.

Diketahui, Kejari sendiri telah mencatat perbuatan keduanya, yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp 716 juta.

Setiyowati atau Kepala Kejari Kota Sukabumi, dirinya mengatakan dua tersangka masing-masing berinisial DS dan KH. Mereka bertugas sebagai honorer dan operator data pokok pendidikan (Dapodik) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi.

“Setelah kami evaluasi dan gelar perkara dan dinyatakan terdapat alat bukti yang cukup bahwa yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana PIP usulan pemangku kepentingan tahun 2019-2020,” terang Setiyowati kepada awak media di kantornya, pada Senin (04/09/2023).

Lebih lanjut Setiyowati menjelaskan “Perbuatan keduanya menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 716.729.750. Atas penyelidikan tersebut hari ini penyidik telah meningkatkan status DS dan KH dari saksi menjadi tersangka,” imbuhnya.

Selanjutnya kedua tersangka akan ditahan di Rutan Kelas II Sukabumi (Lapas Nyomplong). Kejari Kota Sukabumi juga akan melakukan pendalaman untuk menyelidiki ada tidaknya pelaku lain dalam kasus ini.

“Dalam kasus ini kami sudah memeriksa 56 orang saksi. Kami belum menemukan adanya keterlibatan pihak lain, mereka berdua berinisiatif melakukan pemotongan 35 persen terhadap penerima dana PIP,” tutur Setiyowati menambahkan.

Kini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi. DS dan KH terancam hukuman penjara minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Sukabumi, M Taufik Akbar, menambahkan pemotongan dana dilakukan para tersangka terhadap para siswa penerima PIP di 11 sekolah dasar dan 14 sekolah SMP. Tidak hanya negeri, sekolah swasta juga menjadi sasaran kedua tersangka.

“Sampai dengan saat ini yang terungkap itu untuk tahun 2019-2020. Untuk sekolah dasar jumlahnya 11 SD dan SMP ada 14 sekolah baik swasta maupun negeri. Beri kami kesempatan untuk melakukan pengembangan,” bebernya. (*)

Editor: (*ONE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *