Berita  

Miris Sekali! Kakek Pani Jadi Pengamen di Curug Cikaso Yang Indah, Tak Seindah Nasibnya

GridArt 20230507 132732423 01

ONENEWSOKE.com

SUKABUMI, – Keindahan Curug Cikaso, yang berlokasi di wilayah Desa Ciniti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tidak bisa diragukan lagi, saat kita berada disana.

Selain dengan menyimpan keindahanya, di lokasi Curug Cikaso tersebut, kita juga akan disuguhkan dengan bisa langsung merasakan kesedihan, keharuan terhadap ” Kakek Pani”, dengan usianya yang sudah tidak muda lagi. Dirinya menjajakan suara dogdognya (red_ salah satu alat musik tradisional Sunda) di lokasi Objek Wisata Curug Cikaso tersebut.

Ini akan terlihat jelas, saat kita memasuki Curug Cikaso. Tampak sesosok lelaki tua yang berharap adanya belas kasih dari para wisatawan yang datang kesana

Saat Awak Media onenewsoke.com berada di Lokasi Curug Cikaso, langsung  menyambangi tempat dimana Kakek Pani ini menjajakan suara dogdognya. Dirinya mau bercerita dengan Awak Media.

Kakek Pani ini ternyata, sudah berusia 76 tahun. Dengan memiliki dua anak dan istri. Salah satu warga Kampung Cikadu, daerah Cikamarang, Desa Buniwangi, Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi. Ini  cukup jauh loh kalau dari Objek Wisata Curug Cikaso tersebut.

Dengan suara yang sedikit terputus-putus, dan sedikit kurang pendengarannya, Kakek Pani ini mengatakan,

“Saya biasa disini ( Curug Cikaso), dari Jam 06:30 Wib sampai sore. Setiap hari disini. Pulang ka rumah saminggu sakali ( satu Minggu sekali), “ungkapnya

Masih kata Kakek yang memilih dua orang anak ini menjelaskan, kalau hari Sabtu dan Minggu, penghasilan dirinya disana mencapai 170.000 kadang lebih kadang juga kurang dari Segitu.

“Kalau hari biasa, paling 50.000, Aya anu ngasih (red_ ada yang ngasih) 20.000, 2.000, 5.000, yang suka kasih sama saya, ” Pani menambahkan.

Saat dinyata Awak Media mengenai pekerjaannya itu, apakah keluarganya mengetahui, Kakek Pani menjawabnya, mengetahuinya,” Arek kumaha deui (red_ Ya mau gimana lagi), “Imbuhnya.

Awak Media pun, kemudian membelikannya nasi bungkus, Kopi dan uang, lalu kembali Kakek Pani pun bercerita

Diketahui, Kakek Pani saat ini memiliki Istri yang bernama Imun, dan dua orang anak Cicah yang sudah menikah dengan memiliki tiga orang anak, dan Itang masih bujangan, yang saat ini bekerja sebagai kuli di penggilingan padi milik orang.

Ditanya perihal apakah suka mendapatkan bantuan dari pemerintah Desanya, Kakek Pani dengan polos menjawab, belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

Jika informasi ini benar adanya, perlu adanya perhatian khusus terhadap keluarga Kakek Pani ini, baik dari pemerintah Desa dimana Dirinya tinggal, atau pun stakeholder lainnya. Semoga ini menjadikan PR khusus bagi pemerintah daerah maupun pusat, dan kita semuanya. Untuk bisa saling bantu dengan sesama yang membutuhkan. Sehingga tidak ada lagi Pani-Pani berikutnya, Aamiin šŸ¤².

Editor: (*ONE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *