Berita  

Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Polresta Sukabumi Gelar Pengamanan

ONENEWSOKE.com

SUKABUMI KOTA _ Polres Sukabumi Kota laksanakan pengamanan aksi unjukrasa yang diselenggarakan OKP-ORMAS se-Kota Sukabumi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan Cikole Kota Sukabumi, Kamis (18/8/2022) siang.

Pengamanan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Sukabumi Kota Kompol Ahmad Mega Hermawan dan diperkuat oleh hampir 135 personel gabungan yang terdiri dari pengamanan terbuka dan tertutup.

Dari 135 personel yang terlibat, terdapat 15 anggota Polwan (Polisi Wanita) yang bertugas menjadi tim negosiator untuk membantu komunikasi yang dilakukan massa aksi terhadap Kajari Kota Sukabumi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Astuti Setyaningsih membenarkan kehadiran tim negosiator Polwan saat mengamankan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

“Memang benar, ada beberapa anggota Polwan yang telah dipersiapkan menjadi tim Negosiator untuk membantu memfasilitasi, membantu komunikasi antara para peserta aksi dengan yang dituju atau pihak Kajari Kota Sukabumi,” tutur Iptu Astuti kepada awak media.

“Selain tim negosiator, pengamanan aksi unjuk rasa ini dilakukan juga secara terbuka dan tertutup untuk mengawal dan memelihara situasi kamtibmas khususnya selama aksi unjuk rasa berlangsung, mulai dari personel Sat Lantas yang mengatur arus Lalulintas di sekitar lokasi unjuk rasa atau lainnya,” tambahnya.

Informasi yang berhasil diperoleh, aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan elemen masyarakat dari OKP-ORMAS se-Kota Sukabumi berjalan dengan tertib dan lancar.

Sementara itu, dari informasi yang terima Awak Media onenewsoke.com, Aksi massa LSM GAPURA yang turut diikuti LSM Gerakan Masyarakat Bersatu (GMB) dan Ormas Pandawa 16 itu menilai, pejabat PA dan PPK Pemkot Sukabumi dalam proyek Pasar Pelita. Diduga telah melakukan kelalain dalam proses verifikasi Bank Garansi sehingga menjadi bodong atau fiktif dan menimbulkan kerugian Negara.

“Jika benar verifikasinya maka Pemkot Sukabumi pada saat itu dapat mencairkan Bank Garansi Rp 19 Miliar sebagai bagian dari Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi, selain itu Pemerintah Daerah Kota Sukabumi pada saat itu sudah tau bahwa Bank Garansi bodong tetapi tidak dilaporkan pada institusi penegak hukum, ini ada permainan apa para pejabat Pemkot Sukabumi?” kata Orator Aksi, Fery Permana.

Editor: (*ONE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *