BOGOR, ONENEWSOKE.COM

Banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) menyisakan trauma bagi sebagian warga. Mereka khawatir bencana itu kembali terjadi sehingga beberapa penduduk minta direlokasi.

Senin (6/9) sore, Sungai Cidurian meluap, menyapu permukiman warga dan mengakibatkan sejumlah kerusakan di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Jasinga, Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Sukajaya. Intensitas curah hujan yang tinggi di hulu sungai diduga menjadi pemicu banjir bandang tersebut.

Salah satu warga, Enok (40) menceritakan, di wilayah rumahnya hujan rintik, tetapi dia mendapat informasi di bagian hulu sudah meluap. Melihat kondisi tersebut, Enok bersama tiga anggota keluarganya mengungsi ke tempat lebih aman. Saat banjir melintas, campuran air, lumpur, dan berbagai material tersebut langsung menggerus rumahnya yang berada di bantaran sungai. Harta benda pun tidak ada yang terselamatkan.

“Kalo udah gini mah kayaknya pindah aja lah, takut,” ungkapnya saat ditemui Selasa (7/9).

Banjir Sungai Cidurian ini terbilang sering terjadi, tetapi kali ini lebih dahsyat dibanding tahun lalu.

Khawatir Banjir Bandang Lagi, Warga
Bencana yang terjadi semalam ini membuat sejumlah rumah rusak sedang dan berat. Selain menghancurkan rumah penduduk, banjir bandang juga merusak jembatan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak empat jembatan penghubung antarkampung dan antarkecamatan terputus. Di Kecamatan Cigudeg terdapat dua jembatan kampung putus. Sedangkan di Kecamatan Jasinga, satu jembatan dan dua unit rumah tergerus derasnya banjir Sungai Cidurian. Sementara di Desa Urug, jembatan penghubung antara Kecamatan Sukajaya dengan Kecamatan Nangggung terputus.

Salah satu relawan, Rizki mengatakan, banjir bandang juga membuat warga terisolasi.

“Cigudeg terdapat dua jembatan yang roboh mengakibatkan terisolirnya akses warga,” ujar Rizki.

Sementara satu pesantren dan 13 Kepala Keluarga di Desa Parung Sapi, Kecamatan Jasinga juga masih bertahan di lokasi terdampak bencana. Mereka lebih memilih menunggu di tempat itu demi menjaga harta benda mereka. Namun warga mengaku membutuhkan bantuan.

“Warga yang masih terisolir saat ini sangat membutuhkan bantuan makanan siap saji,”kata Rizki.

Reporter : Tatang
Editor : Satrio PS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here