MEULABOH – onenewsoke.com


Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) serahkan Mahasiswa Membangun Desa dan Sosialisasi Program Holistik Pembinaan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang beralokasi di Desa Kuala Bubon. Minggu 29 Agustus 2021.

Adapun kegiatannya penyerahan mahasiswa membangun desa dan sosialisasi PHP2D itu mengangkat tema “Pengembangan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan Melalui Rumpon Ijok, Sistem Manajemen Mutu Produk Ikan Olahan dan Pemetaan Model Bisnis”.

Pada kegiatan penyerahan tersebut turut dihadiri Rektor UTU, Dekan Pertanian UTU, Ketua Jurusan Prodi Agribisnis, Sekretaris Jurusan Agribisnis, Koordinator Kampus PKM UTU, Camat Sama Tiga serta para Nelayan Kuala Bubon.

Adapun judul yang diangkat oleh mahasiswa dalam kegiatan PHP2D adalah “Pendampingan masyarakat nelayan desa kuala bubon dalam penerapan kemandirian dan pengembangan subsistem agribisnis perikanan”. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini sendiri adalah nelayan kecil dan kios penjualan akhir ikan olahan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengirimkan 15 anggota tim pemenang PHP2D. Bentuk keseriusan Universitas Teuku Umar dalam penerapan kegiatan ini dalam konsep MBKB dengan memberikan 20 sks dalam membangun desa sehingga tim PHP2D berada di lapangan selama satu semester untuk merealisasi kegiatan dapat dilakukan dengan maksimal oleh tim tersebut.

Berdasarkan pantaun Media dilokasi kegiatan penyerahan mahasiswa membangun desa dari kampus dilakukan oleh ketua Program Studi Agribisnis UTU Ibu Devi Agustia,SP., M. Si kepada Keucik Kuala Bubon Bapak Muklis sebagai Aparatur Desa yang selama masa pelaksanaan akan menjadi mitra dalam pelaksanaan PHP2D.

”Adapun target dari kegiatan ini untuk memberikan informasi serta mendorong kemandirian masyarakat nelayan kecildalam menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) salah satunya penerapan alat tangkap rumpon ijok sehingga sumberdaya perikanan lebih konsisten dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” Jelas Sekjur Dedy Darmansyah, SP.,M.Si juga selaku pembimbing Mahasiswa PHP2D kemedia

Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J Ma’ruf SE MBA melalui Pembina Mahasiswa PHP2D Dedy Darmansyah, SP.,M.Si mengatakan ”UTU tahun ini memenangkan kompetisi besar dilevel Nasional salah satunnya PHP2D dan wiradesa, sebanyak 4 proposal, dengan adanya program ini mahasiswa di arahkan berbaur dengan masyarakat, membentuk kepekaan terhadap permasalahan di masyarakat, memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, karena setelah lulus mereka akan kembali ke masyarakat ”. Ungkap Dedy

Lanjutnya, belajar dari masyarakat bagaimana mahasiswa menjadi orang yang baik dan sopan. Mahasiswa UTU harus memiliki semangat juang Teuku Umar, tirulah orang-orang hebat jika ingin hebat mahasiswa dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat seperti Socioeintrepreneurship, berjuang agar Rakyat Aceh keluar dari kesulitan ekonomi.

”Untuk kelompok nelayan kecil yang akan dibantu dampingi adalah penerapan teknologi rumpon ijok dan penggunaan GPS sebagai penanda lokasi rumpon, hal tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah tangkapan ikan kecil dan mengurangi biaya perjalanan boat dikarenakan lokasi tangkap yang sudah ditandai menggunakan alat GPS” tambahnhya.

”Berikutnya untuk kelompok kios penjual akhir ikan olahan dikarenakan lokasi penjualan dipinggiran jalan raya, inisiatif mahasiswa mendampingi kios tersebut untuk didesain untuk mengurangi dampak debu terkena produk sehingga produk yang dijual akan terjaga kehigienisannya. Kedua kelompok sasaran tersebut adalah bagian hulu hilir dari subsistem agribisnis yang selama ini dipelajari oleh mahasiswa dalam perkuliahan sehingga dengan mendampingi mereka dapat membantu menyelesaikan permasalahan pada bagian hulu yaitu kepastian bahan baku dan hilir yaitu kepastian pemasaran produk,”lanjutnya.

Dalam akhir penyampainnya Camat Samatiga, Bapak Murdani. SH juga menyampaikan terimakasih kepada Kampus UTU yang telah menerjunkan langsung Mahasiswa-mahasiswa yang berkompeten dalam membantu masyaratat.

“UTU sudah banyak memberikan bantuan kepada nelayan, terimakasih banyak telah membantu baik dalam hal pengeringan, pengemasan dan lainya. mudah mudahan hasil yang diperoleh bisa dipasarkan lebih luas tidak hanya disekitaran kuala bubon saja, tetapi sampai kepada pasar2 modern yang ada di pusat kota” pungkasnya.

Koresponden : Alfianpasee
Editor : Iwan Sugiyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here