SUKABUMI, onenewsoke.com

Telah terjadi meninggalnya penambang Emas dikampung Cibangban, Rt 001/010, Desa Mekarjaya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 09:00 Wib, pada Selasa 23 Agustus 2021.

Dari informasi yang dihimpun Awak Media onenewsoke.com, meninggalnya korban yaitu dilokasi lobang bekas tambang emas yang sudah lama tidak digunakan, dan diduga korban kehabisan napas serta menghirup gas beracun ( gas zat asam ) saat berada didalam.

Dari keterangan salah satu saksi Mamat (50), warga Kampung Cikanteh menjelaskan, korban yang diketahui saksi masuk kedalam bekas lobang tambang emas untuk mengambil selang blower yang sudah tidak terpakai, dilokasi bekas tambang tersebut. yang sudah lama tidak dioprasikan, KL 3 Bulan,”terangnya



Adapun identitas korban yaitu Suryana bin Endut
TTL. : SMI .18 Novemver.1990
Agama. : Islam
Alamat. : Kp cikanteh RT 002/010 Desa Mekarjaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi

Dari hasil pengembangan informasi selanjutnya, sebelumnya korban telah diingatkan beberapa kali oleh para saksi supaya jangan dulu masuk ke bekas lobang tambang emas tersebut, sebelum blower angin lama dihidupkan. Akan tetapi baru dihidupkan sekitar 5 menit korban langsung masuk ke bekas lobang tambang tersebut dan setelah 20 menit korban tidak kujung keluar pas dilihat korban sudah mengambang di bawah lobang sekitar kedalaman 15 meteran,’ keterangan dari saksi yang ada di TKP saat kejadian, lebih dari satu orang.

Lalu, para saksi tidak langsung mengevakuasi korban karena persiapan mengeluarkan zat racun tersebut dengan menggunakan beberapa alat pengihisap zat beracun dengan menggunakan 3 alat blower. Setalah 30 menit baru korban diangkat kepermukaan dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kemudian dari keterangan pihak Kepolisian sektor Ciemas Polres Sukabumi, yang kebetulan ada di TKP, Kanit Reskrim Aiptu Fery S menjelaskan, usai menerima laporan polisi langsung dirinya berangkat ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk mengevakuasi korban.

“Saat evakuasi, kurang lebih memakan waktu 30 menit. Dimulai dengan menggunakan 3 alat blower penghisap gas beracun, lalu setelah dinyatakan aman baru mengangakat korban,” jelasnya.

Lebih lanjut Kanit Feri juga mengatakan, korban langsung dibawa kerumah duka yang tidak jauh jarak dari TKP ke rumah korban. Setiba di sana, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan atau visum ET revertum.

“Kita tidak bisa berbuat banyak, karena pihak keluarga menolak untuk dilakukannya proses otopsi, dan disertai surat terlampir serta kejadian tersebut sudah dianggap musibah dan tidak ada unsur kesengajaan,”kata Feri mengakhiri pembicaraannya sama Awak Media. (*One)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here