JAKARTA, onenewsoke.com

Sebagai insan Pers atau Jurnalistik, tentunya informasi ini sangatlah penting bagi kita pelajari bersama. Dalam upaya menjalankan pencarian bahan sebagai dasar sebuah berita di lapangan, yang tentunya mengacu pada 5W H1 itu pastinya, Rabu 04 Agustus 2021

Dan sudah barang tentu, sebagai insan Pers yang biasanya tertarik dengan dunia investigasi di lapangan, pernah mendengar istilah PULBAKET ( Pengumpulan Bahan dan Keterangan)?. Jelas ini sedikit banyaknya ada korelasi dengan kinerja di dunia Jurnalistik atau sebagai wartawan saat di lapangan.

Akan tetapi istilah Pulbaket sendiri, lebih dominan sering di sebutkan di dalam dunia pemerintahan, dalam hal ini kita akan mencoba menyajikannya di dalam dunia Pemerintahan, yaitu di Kementerian Keuangan yang menjadi program atau salah satu teknis kinerjanya.

Pulbaket merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum audit investigasi, dengan tujuan untuk memperoleh bukti atau informasi awal yang cukup bahwa telah terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dalam organisasi.

Dalam lingkup audit internal, pulbaket dilaksanakan sebagai tindak lanjut rekomendasi hasil kajian informasi awal atau permintaan khusus dalam rangka pemeriksaan disiplin PNS ( pegawai negeri sipil )

Di Kemenkeu, pulbaket dilakukan oleh pegawai pada Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) Itjen Kemenkeu. Tim pulbaket terdiri dari auditor IBI dan pegawai IBI lain yang ditunjuk dengan kompetensi atau kualifikasi yang dipersyaratkan dalam pemeriksaan.

Tapi, melakukan pulbaket tidak bisa sembarangan lho Netitjen. Butuh keterampilan khusus untuk dapat melaksanakan pulbaket, di antaranya seperti keterampilan mengamati, menggambarkan, mendengar, bertanya, dan meringkas. Oleh karena itu, auditor IBI juga dibekali pelatihan dan edukasi terkait dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam audit investigasi.

Dalam proses pulbaket, kegiatan pengumpulan bukti atau informasi yang dilakukan dapat melalui permintaan keterangan pada pejabat/pegawai Kemenkeu, permintaan data atau dokumen, permintaan akses langsung atas informasi, konfirmasi kepada pihak ketiga, inspeksi atau pemeriksaan fisik, permintaan bantuan kepada tenaga ahli, dan teknik lain sesuai ketentuan berlaku seperti pemeriksaan terhadap fasilitas komputer dan data berbasis elektronik serta permintaan data dan informasi transaksi keuangan. (Red)

Semoga bermanfaat informasi ini!

Sumber : IJ Kementerian Keuangan RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here