JAKARTA, onenewsoke.com

Pandemi virus Covid-19 membawa kesedihan mendalam bagi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran. Karena harus kehilangan ibu kandung tercinta yang meninggal dunia gara-gara terpapar Covid-19, Jum’at (7/5/2021).

“Saya sudah merasakan bagaimana hari ini saya telepon ibu saya masih sehat walafiat, 7 hari kemudian beliau sudah tidak ada, Covid-19 ini pembunuh berdarah dingin apalagi kepada mereka yang berumur. Saya memahami betul. Sehingga rasa rindu dengan kampung halaman saya singkirkan jauh-jauh apabila saya harus kehilangan keluarga terdekat saya. Kita akan lebih menyesal manakala Kita mudik terus Kita tertular atau orang lain tertular”, tutur Irjen Fadil Imran dengan suara bergetar saat bertemu dengan para karyawan lepas, sopir dan kernet, di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis kemarin 6 Mei 2021.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran datang untuk membesarkan hati para pengusaha angkutan antar kota antar provinsi serta karyawan lepas, sopir dan kernet yang perekonomiannya berdampak karena larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Pada kesempatan itu,Kapolda juga menyampaikan rasa empaty yang mendalam dan memberikan bantuan dengan harapan dapat meringankan beban kehidupan akibat pandemi covid-19.

Bantuan paket sembako diserahkan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ke perwakilan karyawan Terminal Pulogebang.

“Saya datang ke sini ingin berbagi bingkisan Lebaran sebagai bentuk empati dan perhatian Kami dengan situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada bapak ibu sekalian yang bekerja di bidang transportasi darat khususnya bus AKAP”, ucap Fadil.

Fadil Imran menyampaikan, Momen jelang Lebaran biasanya memberikan pendapatan yang lebih untuk karyawan, sopir dan juga kernet perusahaan otobus. Namun, karena situasi pandemi Covid-19 dan larangan mudik, pendapatan mereka tidak sebanyak seperti dalam situasi normal.

“Saya sangat berempati atas situasi ini karena bapak tidak bisa mendapatkan gaji penghasilan yang biasanya kalau Lebaran adalah puncak dari penghasilan. Mudah-mudahan ini bermanfaat buat bapak ibu di rumah, Sedikit menghibur hati pada situasi ini. Tapi percayalah lkhtiar Kita ini dengan lkhlas, mudah-mudahan Covid-19 ini cepat berlalu sehingga ini merupakan Lebaran terakhir Kita dilarang mudik. Pengorbanan bapak ibu tidak akan sia-sia”, ujar Irjen Pol Fadil Imran dengan suara bergetar.

Lulusan AKPOL 1991 ini mengakui kondisi saat ini bukan sesuatu yang mudah dilalui. Larangan mudik dan larangan mengangkut penumpang saat musim mudik bukan keinginan Pemerintah, Tetapi justru untuk menyelamatkan jiwa manusia. Larangan mudik ini justru bukti  pemerintah sayang dan cinta dengan seluruh masyarakatnya, agar tidak sakit dan terpapar virus Covid-19.

“Ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui, Tetapi ini jalan yang terbaik. Apalah artinya Kita ada penghasilan kalau kemudian Kita jatuh sakit karena terpapar virus Covid-19”, ujar Fadil9.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil lmran didampingi
Kombes Pol Sambodo Purnomo,
Dirlantas Polda Metro Jaya, Serta dihadiri Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Memantau update situasi di terminal Pulogebang dan Bus antar kota antar provinsi (AKAP) pada hari pertama larangan mudik diterapkan yaitu, 6-17 Mei 2021. 


Reporter : (rach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here