Sukabumi,onewsoke.com

Tim Perumus dan penggagas Forum Persatuan Nasional Masyarakat Sukabumi (PENAMAS) sambangi Gedung Kepolisian Daerah (POLDA) Jawa Barat, untuk melayangkan LAPDU kasus SARA ujaran kebencian, yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa serta Oknum jajaran Apdesi Kabupaten Sukabumi,Rabu(10/03/21).

Kedatangan Tim PENAMAS ke Gedung POLDA JABAR, bertujuan untuk melaporkan Kasus Vidio Viral oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi, yang terjadi pada tanggal 24 November 2020 silam yang belum selesai kepastian hukumnya sampai detik ini.

Sebelumnya, Tim PENAMAS juga sudah membuat laporan resmi, dan dilayangkan kepada
KOMPOLNAS, MABES POLRI, dan KEMENDES RI di Jakarta.

Aji Sudrajat DM,SH sebagai tokoh penggiat anti korupsi LIDIK KRIMSUS RI di Sukabumi menyapaikan secara tegas kepada onenewsoke.com, bahkan sebelumnya dari beberapa Media dan LSM yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Persatuan Nasional LSM dan Media Sukabumi (PENAMAS) sempat mempertanyakan kembali terkait kasus tersebut ke pihak Kepolisian Resor Sukabumi, yang sebelumnya dari sejak awal telah dilaporkan oleh perwakilan lembaga Media dan LSM di Sukabumi sudah sampai mana pelaporan tersebut di sikapi oleh pihak Kepolisian Resor Sukabumi,

PERWAKILAN PENAMAS

“Akan tetapi, pelaporan yang sudah dilayangkan oleh para perwakilan lembaga LSM dan MEDIA sebelumnya tidak ada kejelasan kepastian hukum sampai detik ini,  yang katanya dari Ahli Bahasa yang mereka suguhkan tidak ada unsur pidananya dalam conten video viral tersebut.Akan tetapi PENAMAS menilai, bahwa yang katanya dari ahli bahasa yang mereka katakan, kami rasa tidak dapat diterima dengan akal secara sehat oleh seluruh marwah profesi WARTAWAN dan LSM di Sukabumi khususnya, umumnya di seluruh penjuru nusantara.” tegas Aji Sudrajat DM,SH.

Hal senada diungkapkan Freddy C.Lubis ketua DPD GMBI Sukabumi salahsatu perwakilan PENAMAS menegaskan, kami disini mempunyai hak untuk memonitoring karena kami sebagai sosial kontrol yang dilindungi UNDANG UNDANG bukan pengobok ngobok, dan kami merasa di tangtang dengan conten video viral SARA ini, dengan menyatakan Ujaran Kebencian terhadap kami LSM dan MEDIA

“Perkatan oknum Kepala Desa Ojang Apandi serta jajaran oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi di dalam conten Video SARA yang dibuatnya, secara terbukti dengan sengaja agar disebar luaskan di muka umum, atau melalui media social (Facebook) bersama-sama, dan dilakukan di depan halaman kantor DPMD Kabupaten Sukabumi.” tegas Freddy

Lanjut Freddy menjelaskan, dalam kasus ini kami akan terus mengawal pelaporan yang kami layangkan kepada Kompolnas, Mabes Polri, serta Polda Jabar sampai kami mendapatkan jawaban kepastian hukum, bahwa oknum Kades Ojang Apandi berikut jajaran Apdesi yang berada didalam conten video ujaran kebencian SARA tersebut agar segera ditetapkan sebagai tersangka untuk menciptakan ketentraman, kerukunan, keteraturan di dalam hidup bermasyarakat yang lebih baik, dan dinyatakan untuk di proses lebih lanjut secara hukum.

“Tetapi, apabila laporan kami masih tidak mendapatkan Kepastian Hukum, maka kami akan siap menurunkan ribuan massa untuk turun ke jalan, demi mencari keadilan dan menegakan kebenaran.Kami dari Tim Forum PENAMAS tidak main-main dalam hal ini, empat Institusi Penegak Hukum sudah kami sambangi untuk melaporkan kasus Vidio Viral Oknum APDESI Kabupaten Sukabumi untuk membela profesi dan harga diri.

“Sekarang kami tinggal menunggu hasilnya, kalau tidak di tanggapi kami dari forum PENAMAS akan terus bergerak sampai keadilan bisa di tegakan.Tegakkan Hukum walau langit akan runtuh,” tegas PENAMAS.(*One/PSN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here