JAKARTA,onenewsoke.com

TNI Angkatan Udara akan membeli pesawat tempur canggih generasi 4.5, diantaranya Dassault Rafale buatan Perancis dan F-15 Ex buatan Amerika Serikat untuk rencana strategis hingga 2024.  

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Fadjar Prasetyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Jum’at mengatakan, TNI-AU juga akan membeli pesawat berupa Multi Role Tanker Transport dan pesawat angkut Hercules jenis C-130 J. Selain itu, Terdapat Radar GCI3, Pesawat berkemampuan Airborne Early warning, UCAV berkemampuan MALE dan berbagai alutsista lainnya.  

“Dari berbagai upaya tersebut, Kini telah mulai menampakkan titik terang. Mulai tahun ini hingga 2024 Kita akan segera merealisasikan akuisisi berbagai alutsista modern secara bertahap,” kata Fadjar dalam Rapim TNI-AU yang digelar di Mabes TNI-AU, Jakarta, Kamis. 

Fadjar mengatakan, Rencana pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari kondisi global maupun kapasitas Negara.  

“Meski memiliki pedoman postur Renstra, dan minimum Essential Force, Namun implementasinya sangat bergantung pada berbagai faktor dan kondisi yang terus berubah secara dinamis”, katan Fadjar.

Menurutnya seluruh pemangku kepentingan termasuk Kementerian Pertahanan dan TNI-AU telah menganalisis dan membahas rencana penyelesaian masalah pengadaan alutsista tersebut.

“Kita juga akan melaksanakan modernisasi berbagai pesawat tempur TNI AU, yang pelaksanaannya akan dimulai pada tahun ini”, ujarnya.

Dia menambahkan, Proses pengadaan alutsista modern bertujuan untuk memperkuat kekuatan TNI di udara menjaga kedaulatan Negara.  Selain itu, pengadaan alutsista juga memiliki kontribusi upaya diplomasi pertahanan dengan Negara lain yang bernilai strategis terhadap Konstelasi Politik Global.  

“Esensi terpenting dari penambahan alutsista bukanlah pada penambahan jumlah platform-nya. Namun, yang jauh lebih esensial adalah pada peningkatan kemampuan secara signifikan yang dapat kita berdayagunakan dalam menjaga kedaulatan negara di udara”, terangnya.  

Selain itu, Melalui pembinaan kemampuan personel serta pemeliharaan dan perawatan alutsista, agar terus berada pada level tertinggi.

“Kita harus memastikan kesiapan personel dan satuan dalam mengoperasikan dan memelihara berbagai alutsista matra udara, Serta melaksanakan berbagai tugas TNI-AU secara profesional dan dengan penuh rasa tanggung jawab”, pungkas Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here