JAKARTA, onenewsoke.com

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mendorong Pemerintah Daerah segera membuka pembelajaran tatap muka di sekolah.

Nadiem khawatir kepada peserta didik terjadi Learning Loss (Fenomena dimana sebuah generasi kehilangan kesempatan menambah ilmu karena ada penundaan proses belajar mengajar).

“Tolong bagi pemda-pemda di mana sekolah-sekolahnya paling sulit melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh), harap segera mulai dilakukan untuk tatap muka. Toh tatap muka tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan dan kapasitas 50 persen”, kata Nadiem dalam diskusi daring, Jum’at.

Nadiem menilai learning loss sulit dihindari dalam kondisi pandemi. Karenanya, Kemendikbud menggencarkan penerapan PJJ selama para murid harus belajar di rumah.

Kemendikbud memberikan bantuan kuota lnternet bagi 35,7 juta orang murid dan guru. Kemendikbud juga melonggarkan aturan agar sekolah bisa memakai Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk keperluan PJJ.

Nadiem pun mengakui tidak semua Daerah bisa menerapkan PJJ secara sempurna. Sehingga dirinya berharap Pemda bisa mulai menerapkan belajar tatap muka.

“Sekolah-sekolah yang sangat sulit melakukan PJJ harus masuk tatap muka sekolah lagi. Itu adalah satu-satunya solusi, biar mereka tidak lebih ketertinggalan”, ucap Nadiem.

Pemerintah Indonesia menerapkan kewajiban belajar di rumah sejak Maret 2020. Kebijakan itu diambil menyusul pandemi Covid-19.

Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan itu pada 1 Januari 2021. Pihak sekolah dan Pemerintah daerah diperbolehkan menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka dengan sejumlah pembatasan.
(***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here