YOGYAKARTA, onenewsoke.com

Penghargaan Anugerah UGM diberikan secara langsung oleh Rektor UGM Prof.Panut Mulyono pada puncak peringatan Dies Natalis Ke -71 UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Sabtu.

Adalah Prof.Kuwat Triyono, lnventor yang mengembangkan ‘GeNose’, alat deteksi Covid-19 dengan embusan napas yang memperoleh penghargaan Anugerah Universitas Gadjah Mada (UGM) 2020.

Alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas ‘GeNose’ buatan Tim Riset Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI dan siap dipasarkan.

Melalui keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Sabtu Ketua tim pengembang ‘GeNose’ Prof Kuwat Triyana mengatakan, Izin edar ‘GeNose’ dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 telah terbit pada Kamis (24/12/2020).

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Kepala BMKG Prof.Dwikorita Karnawati. Keduanya dinilai berjasa besar saat menjalankan tugas pengabdian sehingga layak mendapatkan penghargaan dari UGM.

Gugup Kismono Sekretaris Rektor UGM mengatakan, Rektor UGM memberikan Anugerah UGM Tahun 2020 kepada Prof.Kuwat Triyono dan Prof.Dwikorita Karnawati atas jasa luar biasa di bidang Kebudayaan, Kebangsaan, Kenegarawanan, Kemanusiaan, dan Kemasyarakatan dalam Praktik lntelektual atau Sosial, katanya.

Kuwat Triyono mengaku senang sekaligus bangga menerima penghargaan Anugerah UGM sembari berharap ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi masyarakat dan kemanusiaan.

“Saya mengucap Syukur ‘Alhamdulillah’, mewakili Tim peneliti yang bersama-sama melakukan terobosan dalam rangka berkontribusi menyelesaikan masalah Bangsa di saat pandemi Covid-19. Semoga penghargaan ini menambah semangat Kami dan Tim untuk terus berkarya dan menghasilkan lnovasi dari UGM untuk masyarakat Indonesia dan Dunia”, ujarnya.

Kuwat Triyono merupakan Dosen pada Departemen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM.

Ia menekuni kajian fisika material dan lnstrumentasi sejak 2008 dan telah menghasilkan berbagai produk lnovasi seperti Masker anti polusi asap dan Bakteri berbahan Nanofiber, Hidung elektronik untuk deteksi cepat kontaminasi zat berbahaya dalam makanan, Kadaluwarsa produk makanan, serta Kehalalan produk, dan lidah elektronik untuk Otentikasi halal, Deteksi keaslian dan kualitas produk secara cepat, akurat, dan Portabel.

Lalu, mengembangkan ‘GeNose’ alat deteksi Covid-19 lewat embusan napas dengan kemampuan mendeteksi Covid-19 dalam tubuh manusia dalam waktu cepat kurang dari dua menit.
(ANT/*One.red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here