Penulis : Ahmad Yazdi R Alaydrus,SH

Penantian panjang sebagian besar umat muslim di Indonesia terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab akhirnya akhirnya terjawab sudah.
Pesawat yang ditumpangi Habib Rizieq mendarat denganĀ  selamat
Selasa (10/11/2020).

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi saksi bisu akan tumpah ruahnya umat yang menanti kepulangan beliau. Sholawat dan takbir mengiringi gerak langkah Habib Rizieq, seorang keturunan nabi yang bermarga Syihab.

Selain dari kerinduan banyak juga yang menerka-nerka akan kemana  arah dari orasi yang akan disampaikan Habib Rizieq di hadapan umat nantinya

Mungkinkah untuk kembali “bermesraan” dengan Prabowo Sang mantan kekasih, atau bisa jadi suara Habibana Rizieq akan pecah untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran serta berdiri di tengah-tengah umat yang gelisah akan banyaknya pengkhianatan.
Atau ada babak baru tentang ijtima ulama untuk menentukan siapa pemimpin Indonesia di tahun 2024? Ataukah suara Habib akan tetap konsisten pecah pada Amar Ma’ruf Nahi Munkar seperti biasanya?.
Atau barangkali hari ini beliau akan masuk pada sebuah segmentasi di mana Habib Rizieq mampu menjelma menjadi satu sosok Bapak Bangsa yang mampu diterima oleh setiap golongan?

Semua spekulasi besar tersebut nampaknya yang terakhir bisa mewujud, apabila narasi besar tentang Revolusi Akhlak yang digaungkan oleh Habib Rizieq dan FPI mampu menyentuh sel-sel kebhinekaan dan menjadi obat bagi persatuan.

Semua spekulasi besar yang mengiringi kepulangan Habib Rizieq Shihab dalam pada ini nampaknya harus berhenti dan dikerdilkan oleh celoteh seorang Nikita Mirzani yang dibesar-besarkan oleh sekelompok penyusup yang mengaku cinta kepada Habib Rizieq.

Fenomena yang sangat menghebohkan serta dianggap menghinakan sebut salah satu kelompok yang mengaku cinta kepada Habib Rizieq tersebut,yang dimana para pecinta Imam Besar ini merasa tokohnya tersebut telah dihinakan oleh salah satu artis kenamaan Indonesia, Nikita Mirzani.

Saya “Al-Faqir” secara kontekstual tidak keberatan dengan pernyataan Nikita Mirzani yang mengatakan bahwa Habib itu sebagai ” tukang obat”.

Perlu kita semua ketahui, bahwa obat itu hakikatnya menyembuhkan. Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, agar tidak mudah marah.
Tidak lain dalam hal ini Habib sebagai ‘Tukang Obat’ sedang berjuang agar obat yang ditawarkan mau diambil dan dibeli untuk kesembuhan bangsa yang sedang sakit.
Sayangnya yang pada marah ini tidak bisa melihat dari sisi yang lain.

Perjuangan terbesar Habib Rizieq adalah menyadarkan orang yang sakit agar memahami bahwa mereka sedang sakit.Dan saya dalam hal ini memandang secara obyektif dan juga  harus tegas mengatakan bahwa, banyak juga yang di sekitar Habib Rizieq yang sedang menderita ‘sakit’. Kenapa Al-Faqir katakan mereka sakit? Karena orang sehat tidak akan terganggu dengan hal-hal yang seharusnya bukan persoalan.
Dan ketahuilah bahwa jihad terbesar kita hari ini adalah,bangkit untuk mengambil kembali harga diri bangsa yang sedang sakit dan tersandera oleh kepentingan kepentingan oligarki.

Jadi tak perlu ditanggapi berlebihan pernyataan dari Nikita Mirzani tersebut. Rakyat dan umat telah letih  harus menyaksikan umpatan yang dibalas dengan umpatan, makian yang dibalas dengan makian. Bangsa kita telah kehilangan literasi dan dialektika.
Bangsa kita telah turun Makom, menjadi bangsa yang pemarah dan sangat mudah tersulutnya emosi.

Memaki telah menjadi budaya, meskipun saya memahami bahwa makian adalah hiburan bagi kaum Faqir. Namun kefaqiran akan etika, adab,dan rasa kasih dan sayang harus menjadi musuh kita agar budaya mengumpat,mencaci dan serta memaki bisa hilang dari negeri tercinta ini

Al-Faqir berharap para Habaib yang sedang berada di dekat Habib Rizieq bin Husein Syihab bisa lebih peka untuk menjaga kemuliaan beliau. Kalau bisa, jadi alat “Pentung” untuk orang-orang yang pada joged untuk alasan membela Habib Rizieq, tapi menggunakan cara-cara yang hina. Dan teruntuk Imamku Habib Rizieq Syihab,semoga Allah berikan Antum kekuatan untuk dapat memilih mana kawan dan mana lawan, dan Allah jaga Antum untuk bisa menegakan yang hak,terutama kepada mereka yang berdagang tentang cinta kepada Antum, Bib,
dan menjadikannya alasan cinta kepada Habib Rizieq tersebut untuk membenarkan cara-cara memaki, menghinakan harga diri seseorang, kelompok maupun golongan.
Saya berharap,jangan hanya karena cinta  kepada Habib,mereka berbuat salah, namun dibenarkan karena alasan cinta Habib Rizieq.

Afwan, Bib, Demi Allah Al-Faqir cinta sama Habib, justru karena rasa cinta tersebutlah maka ,Al-Faqir sampaikan lewat tulisan ini.

Para pecinta Habib terganggu dengan pernyataan “habib tukang obat”, memang kenapa kalau Habib tukang obat?
Bukankah nabi Muhammad SAW adalah “Obat”  lantas masalahnya di mana kalau keturunannya ‘Tukang obat’?
Dan faktanya juga memang banyak Habaib yang jualan obat, dan para leluhur kita datang pun berdagang. Jadi stop, Antum yang merasa mencintai Habib Rizieq, pade ” joged” dengan atas nama cinta dan bela Habib. Apa yang Antum pertontonkan, Demi Allah sebetulnya telh menghinakan Habib Rizieq Syihab itu sendiri.

Antum-antum semua yang ngaku cinta sama Habib Rizieq, kalau benar cinta, maka berhentilah menanggapi hal-hal yang akan menjatuhkan harga diri umat Islam. Coba gunakan akal sehat kita, jangan mudah terpancing karena hal-hal yang tidak substansial.

Tujuan beliau datang kembali pulang yakni  membawa “dagangan obat” yakni Revolusi Akhlak. Semangat mulia itu jangan dirusak oleh mulut-mulut kotor Antum yang pada menghina sana-sini karena alasan cinta sama Habib Rizieq.

Akhlak itu perbuatan dimulai dengan lisan yang bisa menahan diri.

Kasihan Habibana Rizieq, yang harus berjuang membawa ide besar tentang Revolusi Akhlaq, namun dikotori oleh oknum yang menyatakan cinta kepada Habib Rizieq, dengan menanggapi celotehan seorang Nikita Mirzani.

Hei..! yang ngaku-ngaku cinta sama Habib Rizieq, pada punya pikiran gak Antum semua? Masa seorang Habib Rizieq mau di-versuskan sama Nikita Mirzani.

Saya berfikiran ini adalah salahsatu hal terdungu apabila tetap didiamkan.
Jadi Stop ! Untuk membuat kegaduhan, dengan alasan cinta kalian kepada Habib Rizieq

Afwan Al-Faqir harus katakan dengan tegas kepada Antum semua. Habib Rizieq terlalu sibuk untuk memikirkan bangsa ini. Jadi beliau tidak punya waktu untuk menanggapi orang-orang yang membencinya.

Salam Berkah untuk Indonesia.#

Habib Ahmad Yazdi R Alaydrus,SH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here