Penulis : Habib Ahmad Yazdi R Alaydrus,SH

Penantian panjang terhadap dahaga kerinduan akan kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab akhirnya datang.
Dahaga umat akhirnya terjawab! Dan bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta menjadi saksi bisu akan tumpah ruahnya umat yang menanti kepulangan beliau. Sholawat dan takbir mengiringi gerak langkah kepulangan Habib Rizieq, seorang keturunan nabi bermarga Syihab.
Yang dirindukan telah kembali pulang untuk menuntun umat ke arah besar perubahan. Spekulasi liar mulai bermunculan tentang ke mana arah langkah, dan intonasi suara Habib pecah saat datang kembali ke Indonesia.
Apakah akan pecah untuk kembali bermesraan dengan Prabowo sang mantan kekasih, atau suara Habibana Rizieq akan pecah untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran serta berdiri di tengah-tengah umat yang gelisah akan penghianatan. Akankah ada babak baru tentang ijtima ulama tentang menentukan siapa pemimpin Indonesia di tahun 2024? Ataukah suara Habib akan tetap konsisten pecah pada Amar Ma’ruf Nahi Munkar seperti biasanya? Ataukah hari ini beliau akan masuk pada sebuah segmentasi di mana Habib Rizieq mampu menjelma menjadi satu sosok Bapak bangsa yang mampu diterima oleh setiap golongan?
Semua spekulasi besar tersebut nampaknya yang terakhir bisa mewujud, apabila narasi besar tentang Revolusi Akhlak yang digaungkan oleh Habib Rizieq dan FPI mampu menyentuh sel-sel kebhinekaan dan menjadi obat bagi persatuan.
Semua spekulasi besar yang mengiringi kegembiraan kepulangan Habib Rizieq Shihab dalam hal ini nampaknya harus berhenti dan dikerdilkan oleh celoteh seorang Nikita Mirzani yang dibesar-besarkan oleh sekelompok penyusup yang mengaku cinta kepada Habib Rizieq.
Baru-baru ini terjadi fenomena yang sangat menghebohkan serta dianggap menghinakan oleh salah satu kelompok yang mengaku cinta kepada Habib Rizieq, di mana para pecinta imam besar ini merasa tokohnya tersebut dihinakan oleh salah satu artis kenamaan Indonesia Mbak Nikita Mirzani.
Al-Faqir secara kontekstual tidak keberatan dengan pernyataan Nikita Mirzani yang bilang bahwa “Habib itu tukang obat”, yang kebetulan tukang obat ini dialamatkan kepada imam besar.
Perlu antum semua ketahui bahwa obat itu hakikatnya adalah menyembuhkan. Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain agar tidak mudah marah dan terpancing. Berarti Habib di sini sedang berjuang agar obat yang ditawarkan kepada bangsa indonesia mau diambil dan dibeli untuk kesembuhan bangsa yang sedang sakit kronis. Sebetulnya bisa dinarasikan begitu jika pecinta habib Rizik mau mengedepankan kearifan dan penalaran. Namun disayangkan yang pada marah ini diduga mengidap sakit juga, sehingga tidak bisa melihat dari sisi yang lain.

Sesungguhnya Perjuangan terbesar Habib Rizieq adalah menyadarkan orang yang sakit agar memahami bahwa mereka sedang sakit. Dan Afwan, Al-Faqir harus tegas bicara bahwa banyak juga yang di sekitar Habib Rizieq pun menderita sakit. Kenapa Al-Faqir katakan sakit? Karena orang sehat tidak akan terganggu dengan hal-hal yang seharusnya bukan persoalan. Dan jihad terbesar kita hari ini adalah bangkit untuk mengambil kembali harga diri bangsa yang sedang sakit dan tersandera oleh kepentingan kepentingan oligarki.
Jadi tak perlu ditanggapi berlebihan pernyataan Nikita mirzani itu. Rakyat dan umat letih harus menyaksikan umpatan yang dibalas dengan umpatan, makian yang dibalas dengan makian. Bangsa kita telah kehilangan literasi dan dialektika. Bangsa kita turun makom jadi pemarah dan mudah tersulut emosi.
Memaki menjadi budaya, meskipun Al-Faqir memahami bahwa makian adalah hiburan bagi kaum faqir. Namun kefaqiran harus menjadi musuh kita agar budaya mengumpat bisa hilang dari negeri tercinta.
Al-Faqir berharap para Habaib yang sedang berada di dekat Habib Rizieq bin Husein Syihab bisa lebih peka untuk menjaga kemuliaan beliau. Kalau bisa, jadi alat “pentung” untuk orang-orang yang pada joged untuk alasan membela Habib Rizieq, tapi menggunakan cara-cara yang hina. Dan teruntuk imamku Habib Rizieq Syihab semoga Allah berikan Antum kekuatan untuk dapat memilih mana kawan dan mana lawan, dan Allah jaga Antum untuk bisa menegakan yang hak terutama kepada mereka yang berdagang tentang cinta kepada Antum, Bib, dan menjadikan alasan cinta Habib Rizieq untuk membenarkan cara-cara memaki, menghinakan harga diri seseorang, kelompok dan golongan. Jangan sampai karena cinta kepada Habib mereka berbuat salah namun dibenarkan karena alasan cinta Habib Rizieq.
Afwan ya habib, Demi Allah Al-Faqir cinta sama Habib, justru karena rasa cinta ini kegelisahan umat Al-Faqir sampaikan lewat tulisan ini.

Para pecinta habib yang menjadi terganggu dengan pernyataan NM “habib tukang obat” memang kenapa kalau habib tukang obat?
Bukankah nabi Muhammad SAW adalah “Obat” lantas masalahnya dimana kalau keturunannya jualan obat?
Faktanya memang banyak habaib yang jualan obat, dan para leluhur habaib datang ke Indonesia lewat berdagang .
Antum-antum semua yang ngaku cinta sama Habib Rizieq, kalau benar cinta, maka berhentilah menanggapi hal-hal yang akan menjatuhkan harga diri umat Islam. Coba gunakan akal sehat kita, jangan mudah terpancing karena hal-hal yang tidak substansial.

Tujuan beliau datang kembali pulang yakni membawa “dagangan obat” yakni Revolusi Akhlak. Semangat mulia itu jangan dirusak oleh mulut-mulut kotor Antum yang pada menghina sana-sini karena alasan cinta sama Habib Rizieq.
Hei yang ngaku-ngaku cinta sama Habib Rizieq, pada punya pikiran gak Antum semua? Masa Habib mau diversuskan sama Nikita Mirzani.
Ini adalah hal terdungu apabila didiamkan.
Jadi Stop !
Afwan Al-Faqir harus katakan dengan tegas kepada Antum semua. Habib Rzieq terlalu sibuk untuk memikirkan bangsa ini. Jadi beliau tidak punya waktu untuk menanggapi orang-orang yang membencinya.
Salam Berkah untuk Indonesia.#

Ahmad Yazdi R Alaydrus,SH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here